SEJARAH ASIA SELATAN : Proses Masuknya Bangsa Arya ke India.
![]() |
| foto dari Dave Stamboulis |
SEJARAH ASIA SELATAN
1.
Singkat
Asia Selatan
Asia
Selatan merupakan sebuah perkumpulan wilayah yang khususnya berada di Asia
bagian selatan. Asia selatan terdiri dari 8 negara yaitu India dengan ibu kotanya New Delhi,
Bangladesh dengan ibu kotanya
Dhaka, Buthan dengan ibu kotanya Thimphu,
Maladewa dengan ibu kotanya MalΓ©, Nepal dengan ibu kotanya Kathmandu, Pakistan dengan ibu kotanya Islamabad, Sri Lanka dengan ibu kotanya Kolombo. Namun,
apabila menurut PBB bahwa sub wilayah Asia Selatan ini, di tambah dengan Afganistan
dan Iran. Namun terkadang Iran pun di masukkan ke Asia Barat.India merupakan
negara yang paling besar di kawasan ini dengan wilayahnya yang luas dan
penduduknya yang banyak. Selain itu, India juga mempengaruhi terhadap kebudayaan
yang ada di wilayah kawasan Asia Selatan.
Di
kawasan asia selatan ini terdiri sebuah organisasi regional yang biasa disebut The South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) yaitu
sebuah organisasi ekonomi dan politik yang terdiri dari 8 negara di kawasan
Asia Selatan.
2.
Kondisi
Geografis Asia Selatan
Secara geografis, Asia
Selatan berbatasan dengan Asia Tengah di Utara, Asia Timur, di timur, dan Asia Tenggara di sisi tenggara, Asia Barat di
sebelah barat dan dengan Samudra Hindia di sebelah selatan. Pegunungan Himalaya merupakan
batas utara dan timur Asia Selatan, sedangkan Laut Arab dan Teluk Benggali
merupakan batas selatannya. Pegunungan Hindu Kush di Afganistan dan Pakistan utara
biasanya dianggap sebagai batas barat laut anak
benua India. Disana juga terdapat Sungai besar yang mengalir yaitu Sungai Indus
dan Sungai Gangga. Tidak jauh dari sana di sebelah barat terletak suatu daerah
yang memisahkan daerah lembah Gangga dengan padang pasir Thar yang ganas.
Daerah sekitar itu banyak disebut
sebagai lorong alam yang ditumbuhi hutan lebat, lorong itu makin menyempit di
bagian atas Sungai Yamuna yang di salah satu bagiannya terletak Kota Panipat
(salah satu kota bersejarah India). Wilayah ini mempunyai pulau kecil yang
terpisah dengan wilayah Asia Selatan lainnya dan dipisahkan oleh selat Palk,
yakni Pulau Sailan yang merupakan Negara Srilanka serta Kepulauan Andaman yang
letaknya agak jauh di sebelah selatan Bangladesh dan dipisahkan oleh Teluk
Benggala.
Secara geologis, sebagian besar daerah ini dianggap sebagai
anak benua karena mempunyai lempeng tektonik sendiri, yaitu Lempeng India, yang terpisah dari bagian
Eurasia lain dan dulunya merupakan benua kecil sebelum bertumbukan dengan
Lempeng Eurasia. Bahkan hingga kini Lempeng India masih terus bergerak ke arah
utara sehingga mengakibatkan pegunungan Himalaya semakin tinggi beberapa
sentimeter setiap dasawarsa. Selain itu, Asia Selatan juga merupakan tempat
ditemukannya ciri-ciri geografis yang umumnya ditemukan di benua yang lebih
luas, misalnya sungai es, hutan hujan, lembah, padang pasir, dan padang rumput.
3.
Karakteristik
dan Peradaban Bangsa Dravida
Antara
tahun 3000 dan 2000 SM, di wilayah Sungai Shindu (Indus) tinggallah bangsa –
bangsa yang peradabannya menyerupai kebudayaan bangsa Sumeria di daerah Sungai
Eufrat dan Tigris. Sisa – sisa kebudayaan India banyak ditemukan di wilayah
Lembah Sungai Indus terutama di seitar kota Harappa di Punjab dan di sebelah
utara Karachi. Bahkan disekitar wilayah tersebut telah ditemukan sebuah kota
yang dinamakan Mohenjodaro. Orang – orang di wilayah terebut memiliki rumah
yang berdinding tebal dan bertangga. Suku asli india yaitu bangsa Dravida yang merupakan penduduk yang
lebih dulu ada di kawasan Asia Selatan, yaitu wilayah India dan Sri Lanka
sekarang. Diduga, Bangsa Dravida telah lama disana setelah bermigrasi dari
suatu tempat di Asia Barat atau wilayah Iran dan lebih ke barat lagi. Bangsa
ini membangun sebuah peradaban yang terletak di dekat Sungai Indus yaitu Mohenjo
Daro dan Harappa yang merupakan salah satu pusat peradaban dunia pada masa
lampau, selain Cina dan Timur Tengah dan juga Eropa. Mereka
dapat dikategorikan kepada ras Australoid, yang memiliki ciri-ciri bibir tebal,
kulit hitam, hidung pesek, berbadan tegap, dan berambut ikal. Bangsa Dravida
kemudian di kalahkan oleh Bangsa Arya yang datang dari daratan Eropa.
4.
Proses
Masuknya Bangsa Arya
Diperkirakan
sekitar 2000 dan 1000 tahun yang lalu, Bangsa Arya datang dari wilayah utara
India yang memisahkan diri dari kaum sebangsanya di Iran. Bangsa Arya datang ke
India melalui jurang – jurang di pegunungan “Hindu Kush“. Bangsa Arya berasal
dari daratan Eropa antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Bangsa ini hidup secara
nomaden dengan membawa budaya, bahasa, dan kepercayaan yang telah mereka bangun
di tempat asal mereka. Nama Arya berarti bangsawan atau tuan, yang terdapat
dalam bahasa Persia dan India. Perpindahan Bangsa Arya di India terjadi
bertahap-tahap, dan tidak terjadi langsung dengan gelombang besar. Waktu yang
dibutuhkan juga membutuhkan waktu yang berabad-abad, Kemudian perlahan-lahan
menyebar ke seluruh wilayah India membentuk sebuah kebudayaan baru.
Bangsa
Arya memiliki ciri-ciri fisik yang sangat berbeda dengan bangsa Dravida. Mereka
memiliki kulit yang cenderung putih, hidung mancung, rambut lurus, badan yang
tidak terlalu tegap, dan bibir tipis. Bangsa Arya memiliki aturan pokok dalam
sistem kemsayarakatan mereka, dikenal dengan istilah varna, atau sistem kasta.
Hal tersebut sangatlah bertentangan dengan sistem sosial yang selama ini
dikenal dalam peradaban bangsa Dravida. Bangsa Arya adalah bangsa nomaden
(pengembara). Mereka hidup dengan beternak sehingga pada perkembangannya mereka
sangat menjunjung lembu dan kuda dalam agama Hindu, berbeda dengan Dravida yang
mengandalkan hidupnya dengan bercocok tanam di sekitar Sungai Shindu. Bangsa
Arya bisa dikatakan lebih primitif daripada Dravida karena bangsa Arya belum
mengenal patung – patung dewa sedangkan Dravida sudah mengenalnya.
Sumber
:
Admin. (2017). Bangsa Arya Dan Bangsa Dravida.
(11/02/2020) http://idsejarah.net/2017/09/bangsa-arya-dan-bangsa-dravida.html.
Eko, T. H. (2014). Pembelajaran Sejarah Interaktif. Solo: Platinum.
Hapsari,
Ratna san M. Adil. 2013. Sejarah
Kelomok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial.
Jakarta: Erlangga.
Jenisa
Frinilia. 2015. Makalah Geografi Regional
Dunia : Asia Selatan. Makalah. Padang: Universitas Negeri Padang.
Puspitasari Ratna. 2016. Peradaban Asia Selatan: India.

Komentar
Posting Komentar